Sopir Angkot Kecewa Dishub Tidak Tegas

Majalengka,(Sinarmedia).-
Para sopir Angkutan kota (Angkot) Majalengka kecewa terhadap sikap Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Majalengka yang tidak tegas dalam menyikapi persoalan pembukaan jalan lingkar utara dan masalah kendaraan elf Cirebon –Kadipaten yang beroperasi diluar ijin trayek yang dimilikinya .
Kekecewaan para sopir angkot tersebut mengakibatkan ratusan sopir angkot melakukan aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu.Mereka menuntut pihak Dishub segera mengalihkan jalur untuk kendaraan Antar Kota Antar  Propinsi (AKAP) dan Angkutan Kota Dalam Propinsi (AKDP) ke jalur jalan lingkar utara yang sudah tertunda beberapa kali.
Menurut ketua Paguyuban Pengemudi Angkutan Kota (P2AK) Ajat Sudrajat, pengalihan jalur untuk kendaraan AKAP dan AKDP itu sudah tertunda beberapa kali  padahal sudah ada kesepakatan bersama antara Dishubkominfo,Polres,Organda,P2AK dan perwakilan dari sopir AKAP dan AKDP tangal 31 Desember 2013 lalu.
Ajat berjanji akan melakukan aksi yang lebih besar lagi bukan hanya melibatkan angkutan kota Majalengka juga akan melibatkan angkutan pedesaan jurusan Rajagaluh-Majalengka apabila tuntutan para sopir angkot untuk membukan jalur jalan lingkar utara untuk AKAP dan AKDP tidak dipenuhi.
Menanggapi tuntutan para sopir angkot tersebut, kepala Dishubkominfo  Maman Sutiman, tetap bersikukuh tidak akan membuka jalur jalan lingkar tersebut untuk angkutan umum karena jalan tersebut dianggap  belum layak karena masih ada yang harus diperbaiki seperti masih ada jalan yang miring, belum ada drainase dan rambu-rambu masih kurang.
Sementara itu pihak Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK)  melalui Kabid Binamarga Ruchyana , berkeberatan kalau keberadaan jalan lingkar utara itu dianggap tidak layak untuk dilalui kendaraan karena masih ada jalan yang miring. Diakui Yana, betul di jalan lingkar itu masih ada jalan yang miring namun demikian masih dalam batas aman, buktinya hingga kini walaupun sudah dilalui banyak kendaraan tidak ada masalah.
Disebutkan pada tahun 2015 ini jalan lingkar tersebut akan diperbaiki dari APBD Majalengka dengan total anggaran sebesar Rp.800 juta. Anggaran tersebut selain untuk memperbaiki jalan juga untuk memperbaiki drainase.

Keluhan Elf
Sementara itu para sopir angkot juga mengeluhkan keberadaan elf jurusan Cirebon-Kadipaten yang menunggu muatan (ngetem) didekat lampu merah kadipaten. Menurut beberapa sopir angkot kehadiran Elf tersebut telah merugikan karena berdampak terhadap sepinya penumpang bagi angkutan kota.Untuk itu seharusnya mobil-mobil elf tersebut ditindak tegas.
Ketua Paguyuban pengemudi angkutan kota (P2AK), Ajat Sudrajat mengatakan akibat ketidak tegasan dari pihak Dishubkominfo Majalengka menyebabkan para  sopir elf jurusan Cirebon – Kadipaten dengan bebas dan leluasa sering ngetem dan mengangkut dan menurunkan penumpang langsung dari Perempatan lampu merah Kadipaten, padahal menurut aturan dan kesepakatan mobil elf ini harus  menurunkan atau menaikan penumpang dari terminal Cipaku.
Sehingga imbas dari masalah itu kata Ajat, para supir angkutan kota lainya merasa dirugikan karena penumpang di terminal Cideres menjadi sepi karena mobil jurusan Cirebon Kadipaten ini menurunkan penumpang langsung ke perempatan tidak di terminal. Bahkan akibat tidak adanya ketegasan para sopir angkutan kota ini kerap terjadi keributan dengan sopir elf jurusan Cirebon – Kadipaten.
“Buntut dari perkelahian dengan para sopir elf tersebut kami para sopir angkutan kota sering  berurusan dengan sopir elf  bahkan diproses Polsek Kadipaten, kami meminta ketegasan dari pihak Dishubkominfo,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dishubkominfo Kabupaten Majalengka, Maman Sutiman mengakui banyak keluhan dari para supir angkutan umum perkotaan dengan adanya elf  jurusan Cirebon-Terminal Cideres yang langsung membawa penumpang ke perempatan lampu merah Kadipaten. Bahkan pihaknya berulang kali  menertibkan para sopir elf tersebut agar ngetem diterminal Cipaku namun mereka tetap membandel.
“Kebanyakan para sopir elf jurusan Cirebon – Kadipaten ini membandel saat kami tertibkan, sehingga kami dari pihak Dishub merasa kesulitan untuk menertibkanya,” kata Maman.
Namun saat ditanya sangsi apa yang akan diberikan terhadap para supir elef jurusan Cirebon – Kadipaten ini bila terbukti bersalah atau membandel, Maman mengaku belum mempunyai sanksi bagi mereka yang melanggar.
“Kami masih belum memberikan jenis sanksi kepada sopir elf jurusan Cirebon-Kadipaten, namun pihaknya akan terus melakukan operasi lagi ,” pungkasnya (S.05).

631 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/sopir-angkot-kecewa-dishub-tidak-tegas/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *