Tak Terima Diberitakan Camat Kertajati “Berang”

Majalengka,(Sinarmedia).-
Buntut dari pemberitaan Sinarmedia edisi sebelumnya, Camat Kertajati Aminudin “berang” terhadap wartawan Sinarmedia. Kata-kata kasar pun terlontar dari pejabat nomor satu di kecamatan Kertajati itu.
Dalam sebuah acara di Islamic Centre beberapa waktu lalu, Aminudin tiba-tiba menarik dan memaki wartawan Sinarmedia dan mempersoalkan pemberitaan yang dimuat terkait dirinya. Seperti diketahui dalam Sinarmedia edisi Februari lalu memberitakan dengan judul “isu mutasi kembali merebak, Camat Kertajati Dipertanyakan“.
Aminudin “marah” dengan pemberitaan tersebut karena ia beralasan menjadi camat di kecamatan Kertajati selama tujuh tahun bukan keinginannya namun merupakan tugas dari Pimpinannya (Bupati-red).
Saat dikonfirmasi di kantornya, Aminudin tak membantah bahwa ia “emosi” hingga meluapkan kekesalannya terhadap wartawan Sinarmedia karena pemberitaan yang menyangkut dirinya. Sebagai manusia biasa kata Aminudin sangat wajar ia marah karena merasa dipojokan oleh pemberitaan Sinarmedia dan untuk itu ia meminta maaf.
Aminudin juga tak membantah dan merasakan bahwa pasti ada kecemburuan dari yang lain karena ia menjabat camat sudah tujuh tahun, namun ia kembali menegaskan bahwa semua itu bukan keinginannya tapi atas perintah pimpinannya yakni Bupati.
“Jabatan saya sebagai Camat Ketajati ini tentu saja bukan keinginan saya, namun itu hanya perintah dari pimpinan. Sebagai seorang prajurit dan ASN tentu saja saya siap ditempatkan di mana saja. Jadi tolong jangan didramatisir, seolah-olah jabatan sekarang saya yang menginginkan. Tentu saja jabatan ini bukan kemauan saya karena saya ini hanya ditugaskan oleh pimpinan,” tegasnya.
Menurut beberapa kalangan ASN yang minta jati dirinya dirahasiakan, jabatan camat Kertajati merupakan jabatan yang sangat “diperebutkan” karena ada mega proyek pembangunan Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB). Adanya pembangunan BIJB tersebut membawa berkah bagi Camat karena banyak transaksi jual beli tanah.
Hal ini tak terbantahkan, karena kondisi ekonomi Camat Aminudin saat ini dinilai paling menonjol dari aspek ekonominya dibanding camat-camat yang ada di kabupaten Majalengka.
Hal tersebut tak dibantah oleh Aminudin, di Kertajati ia bisa membeli beberapa bidang tanah ketika harganya masih murah namun dijual setelah harga tanah di Kertajati meningkat. Bahkan diakuinya pula ia bisa membeli sebuah sekolah SMK Swasta di Kertajati senilai Rp.3,5 Milyar dari keuntungannya menjual tanah.
“Dulu sebelum dan sesudah menjabat Camat Kertajati ini saya mempunyai sejumlah tanah di Kertajati ini, dan dahulu tanah tersebut dibeli sangat murah. Misalnya dulu dibeli dengan harga Rp 20 ribu – 50 ribu permeter, namun kini dijual dengan harga Rp 500 ribu – 1 juta permeternya,” katanya.
Perlakuan khusus terhadap camat Kertajati ini sangat wajar dipertanyakan kata salah seorang Pensiunan ASN karena dinilai tidak adil bagi camat-camat lainnya. Selama ini ada Camat yang baru beberapa bulan atau satu tahun sudah dimutasikan sementara cama Kertajati sudah tujuh tahun tidak dipindahkan.
Menurutnya, tidak baik seorang pejabat ditempatkan di satu jabatan terlalu lama apalagi mencapai tujuh tahun. Sepanjang ia meniti karir di PNS (ASN-red) belum pernah menemukan pejabat yang menduduki jabatan selama itu. ”Jadi wajar saja apabila banyak yang mempertanyakan kenapa camat kertajati dipertahankan hingga tujuh tahun,” Ujarnya.(Tim).

48 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/tak-terima-diberitakan-camat-kertajati-berang/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *