Target PAD Majalengka Tahun 2016 Tidak Tercapai, Tahun 2017 Malah Naik

Majalengka,(Sinarmedia).-

Walaupun target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Majalengka pada tahun 2016 lalu tidak tercapai namun target PAD untuk tahun 2017 malah mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pada tahun 2016 target PAD dipatok Rp358 milyar namun pada tahun 2017 ini naik  menjadi Rp431 milyar atau bertambah Rp72 milyar.

Adanya kenaikan PAD pada tahun 2017 ini dibenarkan oleh Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), H Lalan Suherlan melalui Kepala Bidang Pendapatan Asli Daerah-nya, Dhany Eka Rahadian saat dikonfirmasi wartawan Sinarmedia belum lama ini.

Menurut Dhany yang baru diangkat jadi Kabid itu menyatakan, setiap tahun Pendapatan Asli Daerah (PAD) Majalengka terus mengalami kenaikan meskipun pada tahun 2016 tidak mencapai target. Tahun ini Pemerintah Daerah (Pemda) tetap meningkatkan target PAD dari Rp358 milyar menjadi Rp431 milyar.

Dhany Eka Rahadian mengatakan, dari tahun ke tahun Pemkab Majalengka terus menggenjot kenaikan PAD sehingga jika melihat grafiknya secara umum geliat PAD terus mengalami peningkatan walaupun tahun 2016 tidak mencapai target setidaknya trennya positif dengan adanya kenaikan.

“Dilihat berdasarkan data pada tahun 2015 target PAD mencapai Rp262 milyar dan didapat melebihi target yakni mencapai Rp276 milyar ada kelebihan sekitar Rp14 milyar atau 5% dengan pendapatan terbesar dari sektor lain-lain PAD yang sah yakni dari target Rp172 milyar yang diperoleh mencapai Rp198 milyar atau sekisar 115%,” kata Dhany .

Mantan ajudan Bupati Majalengka ini menambahkan, sementara pada tahun 2016 target yang ditetapkan tidak tercapai dari target Rp358 milyar yang diperoleh Rp331 milyar atau sekisar 92,38% dengan kekurangan Rp27 milyar. Dengan rincian pendapatan dari sektor pajak daerah tercapai 89,11%, sektor retribusi daerah 71,39%, sektor hasil perusahaan milik daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan 97,12% dan dari sektor lain-lain PAD yang sah mencapai 95,54%.

Umumnya Kenaikan PAD tahun ini dari sektor pajak daerah mencapai Rp22 milyar dari sebelumnya Rp91 milyar menjadi  Rp113 milyar, sektor retribusi daerah dari Rp22 milyar menjadi Rp24 milyar, sektor hasil perusahaan milik daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dari target Rp7 milyar menjadi Rp8 milyar dan dari sektor lain-lain PAD yang sah dari Rp236 milyar menjadi Rp285 milyar dengan kenaikan sekitar Rp49 milyar.

Adapun jenis pajak daerah yang menjadi andalan Kabupaten Majalengka meliputi PBB, Hotel, Rumah makan, sarang burung walet, hiburan, reklame, penerangan jalan, pajak mineral bukan logam, parkir khusus dan pajak air tanah. Sementara jenis retribusi daerah meliputi parkir di tepi jalan umum, pelayanan sampah/kebersihan, pengujian kendaraan bermotor, terminal, pasar, tempat potong hewan dan lainnya.

Untuk sektor hasil perusahaan milik daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan meliputi badan usaha milik daerah seperti Apotik Silih Asih, PD Sindangkasih Multi Usaha (SMU), pengelolaan lahan pertanian milik daerah dan lainnya dari sektor lain-lain PAD yang sah meliputi rumah sakit, pariwisata dan lainnya.

“PAD terbesar diperoleh dari Pajak Bumi dan Bangunan dan kedua dari RSUD dengan nilai mencapai sekisar Rp60 milyar, namun PAD dari rumah sakit penggunaannya dikembalikan lagi ke rumah sakit tidak digunakan untuk pembangunan lainnya,“ ungkapnya.(S.04)

325 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/target-pad-majalengka-tahun-2016-tidak-tercapai-tahun-2017-malah-naik/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *