Target Telalu Tinggi PAD Parkir Sulit Tercapai

Majalengka,(Sinarmedia).-
Banyaknya keluhan dari masyarakat terkait mahalnya  tarif parkir kendaraan yang tidak sesuai dengan  Peraturan Daerah (Perda) mendapat respon oleh Dinas perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Majalengka. Pihak Dishubkominfo memanggil seluruh juru parkir untuk dilakukan pembinaan.
Acara yang dikemas dengan bimbingan teknik (Bimtek) turut dihadiri sebanyak 200 orang juru parkir dari sejumlah daerah. Para juru parkir mendapat arahan dari Kepala Dinas Dishubkominfo Maman Sutiman terkait kewajiban juru parkir dalam memungut tarif parkir harus sesuai dengan tarif yang sudah ditetapkan Perda dan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Maman Sutiman mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk respon Dishubkominfo atas keluhan kualitas pelayanan yang terjadi, baik dari masyarakat, rekan media maupun anggota DPRD Majalengka. Adapun sesuai amanat Perda N0.10 tahun 2010 untuk retribusi parkir umum, motor Rp.500, mobil jenis pick up, Box, mini bus, kijang dan sedan Rp.1.500 dan paling besar container Rp.5.000/sekali parkir.
Dengan kegiatan Bimtek ini, diharapkan bisa terjalin kesepahaman terhadap pelayanan yang diberikan para juru parkir kepada masyarakat, salah satunya dengan melakukan perbaikan sesuai yang dikeluhkan oleh masyarakat.
“Berdasarkan informasi yang kami peroleh, warga kerap mengelukan tarif yang dipungut juru parkir melebihi ketentuan yang sudah ditetapkan pemerintah sehingga perlu dilakukan pembinaan,“ kata Maman didampingi Kabid Fasilitas Perhubungan Rahmat Gunandar  saat ditemui di gedung Sanggar Kegiatan Balajar (SKB) disela acara bimtek.
Saat ini kata Rahmat, pihaknya juga tengah mencoba mengkoordinasikan dengan semua stakeholder terkait legalitas parkir  meliputi BMCK, UPTD Pasar dan polisi, untuk lokasi parkir yang dibolehkan atau tidak, pihaknya minta masukan dari semua unsur termasuk masyarakat sehingga mengetahui lokasi mana yang  diperbolehkan secara aturan dan lokasi mana yang potensial untuk dijadikan area parkir.
Sementara itu, target PAD retribusi parkir pada tahun 2015 ini maupun pajak parkir mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya hingga bulan September untuk retribusi parkir dari target Rp.1,2 milyar baru tercapai 45 % dan pajak parkir 15 % dari target Rp.900 juta lebih.
Salah satu pajak parkir terbesar dari toserba yogya yaitu mencapai Rp.500 juta lebih pertahunnya dengan ketentuan perbulannya harus setor sebesar Rp.45 juta tapi hingga saat ini tambah Rahmat  belum berjalan maksimal.
“Tahun ini target PAD retribusi maupun pajak parkir naik secara signifikan khususnya untuk pajak mengalami kenaikan target hingga 1300 % dari sebelumnya Rp.75 juta/tahun menjadi Rp.900 juta lebih, kami akan berupaya semaksimal mungkin sesuai dengan tugas,“ ungkapnya.
Adapun kegiatan bimtek ini mendapat respon positif dari para juru parkir, umumnya mereka mengaku setelah mengikuti Bimtek merasa menambah wawasan dan akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Selama ini saya tidak pernah tahu apa-apa saja kewajiban saya sebagai juru parkir, karena pengusaha parkir tempat saya bekerja tidak pernah memberikan sosialisasi kepada kami. Selama ini pengusaha hanya menekan kami dari sisi setoran saja tanpa ada pembinaan,” kata salah seorang juru parkir Endih (40) saat ditemui Sinarmedia.(S.04).

450 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/target-telalu-tinggi-pad-parkir-sulit-tercapai/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *