Tarsono Tarik Ijazah Sarjananya dari KPU, Mengapa ?

Majalengka,(Sinarmedia).-
Salah seorang bakal calon wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana tiba-tiba menarik ijazah sarjana nya ( S!) dari komisi Pemilihan Umum (KPU) Majalengka.Dengan demikian Tarsono hanya menggunakan ijazah SMA sebagai salah satu syarat untuk ikut pencalonan dalam Pilkada Majalengka mendampingi Karna Sobahi.
Penarikan ijazah ketua DPRD itu tentu saja cukup mengangetkan dan menimbulkan tanda tanya besar dari sejumlah kalangan , ada apa dengan ijazah sekretaris DPC PDI perjuangan itu.Kalau memang tidak ada masalah kenapa ditarik ? itulah berbagai pertanyaan yang dilontarkan masyarakat terkait pencabutan ijazah Sarjana Tarsono dari KPU.
Penarikan Ijazah tersebut diduga dilakukan setelah ijazah S 1 Tarsono ramai diperbincangkan di media sosial facebook bahwa Ijazahnya diragukan karena diselesaikan selama 20 tahun masa perkuliahan di STIA YPPANN.Dalam riwayat pendidikan yang diberikan ke KPU tercantum Tarsono menempuh pendidikan S1 di STIA YPPANN dari tahun 1992-2012.
Ketua KPU Majalengka Supriatna saat dikonfirmasi Sinarmedia membenarkan telah ada penarikan Ijasah S1 salah seorang bakal calon wakil bupati yang diusung PDIP yakni Tarsono Mardiana.Supriatna mengaku penarikan ijasah tersebut dilakukan pada saat perbaikan namun ia tidak tahu alasan penarikan ijasah tersebut karena yang melakukan penarikan ijasah tersebut tim nya bukan yang bersangkutan.
Menurutnya, penarikan ijasah tersebut tidak akan membatalkan pencalonan yang bersangkutan karena ia masih bisa menggunakan ijasah SMA. Namun demikian KPU berencana untuk melakukan krarifikasi terhadap yang bersangkutan untuk menanyakan alasan pencabutan Ijasah tersebut,
Sementara itu Tarsono D Mardiana saat dikonfirmasi melalui telefon selulernya membenarkan telah menarik ijasahnya dari KPU. Menurutnya, ia menarik ijasah tersebut karena tidak sempat melakukan legalisir ijasahnya karena waktunya mepet akibat banyak kekurangan untuk memenuhi persyaratan.
Namun saat diminta tanggapanya terkait ada yang meragukan ijazahnya,Tarsono enggan menjawab lewat telepon tapi ingin disampaikan langsung bertemu dengan Sinarmedia. Tapi hingga berita ini dibuat tidak ada krarifikasi langsung dari Tarsono terkait ijasah S1 nya yang ditarik itu.
Menurut pengamat pendidikan Otong Suhada, masa perkuliahan untuk meraih gelar S1 selama 20 tahun memang janggal karena batas maksimal kuliah adalah 7 tahun.Apabila sudah melebihi 7 tahun mahasiswa tersebut bisa dinyatakan Droup Out ( DO) kecuali cuti tapi tidak bisa selama itu dan harus ada alasan yang jelas mesti dilihat alasanya.
Untuk mengecek kebenaran ijasahnya saat ini sangatlah mudah tinggal membuka website perguruan tinggi dimana ia menempuh pendidikanya.Kalau benar ia kuliah diperguruan tinggi tersebut maka nama yang bersangkutan pasti akan muncul.
Masalah ijasah tersebut tambah otong tidak bisa dianggap sepele karena bisa dipidana. Orang yang menggunakan gelar palsu atau memperoleh ijasah secara ilegal bisa dikenai pidana.
Sementera itu menurut informasi yang diperoleh Sinarmedia, Tarsono bahkan sudah menyelesaikan pendidikan Strata -2 atau S2 di salah satu universitas di Cirebon mengambil Magister Hukum ( MH).Kabarnya ia juga pernah menjadi sponsor utama dalam seminar tentang Pilkada di Universitas tersebut karena kapasitasnya sebagai alumni S2 di perguruan tinggi itu.(S.01).

1,033 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/tarsono-tarik-ijazah-sarjananya-dari-kpu-mengapa/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *