Tegarnya Istriku

“Mas kamu tidak usah menjelaskanya kepadaku karena aku sudah tahu semuanya, justru sebaiknya kamu segera pergi ke Indramayu untuk menemui anakmu yang tengah sakit dan lebih membutuhkanmu,” begitulah kira-kira perkataan Rere kepadaku.
Cinta adalah hal yang mendasar dalam hidup ini, terkadang cinta membawa bahagia bagi manusia dan dapat pula sebaliknya berubah menjadi prahara. Namun sesungguhnya cinta adalah sesuatu yang lembut dan halus, mencintai dan dicintai adalah keinginan setiap orang karena dengan saling mencintailah kebahagian itu akan tercapai.
Tapi bagaimana jika dua insan manusia yang saling mencinta dan sudah terikat tali pernikahan, namun didalamnya salah satunya harus tersakiti karena orang yang dicintai ternyata sebenarnya mencintai orang lain juga. Apakah itu masih disebut dengan cinta ? Kisah tersebut seperti cerita hidup yang menimpaku.
Sebut saja namaku Budi bukan nama sebenarnya, aku menikah dengan wanita pilihan kedua orang tuaku sebut saja Rere juga bukan nama sebenarnya, sebenarnya Rere adalah wanita yang cantik, dan baik. Namun entah kenapa walaupun aku sudah menikah selama 5 tahun lamanya dan telah dikarunia seorang anak, justru aku tidak pernah merasakan cinta yang sesungguhnya kepada Rere.
Sebenarnya Rere selain cantik dia juga bisa dibilang isteri yang shalehah, akan tapi hatiku tak pernah tergerak untuk tulus mengakuinya sebagai istri. Sebelum berangkat ke kantor, Rere selalu menyiapkan segala keperluanku. Mulai dari menyiapkan makan, sampai memakaikan sepatu bahkan saat aku pulang kerja selalu menantiku walaupun aku pulang malam dan menyediakanku makan dan air hangat untuk mandi yang menjadi kebiasaanku.
Namun ironisnya, hatiku tak pernah tersentuh. Yang kutahu, apa yang Rere lakukan untukku selalu salah di mataku. Aku, terkadang tak bisa membedakan mana yang hitam dan putih lagi, bahkan aku menganggapnya selalu salah dan salah padahal walaupun ia benar, di mataku ia tetap salah.
Selama ini justru cintaku tertuju kepada wanita lain, ya, wanita itu sebut saja namanya Lulu (bukan nama sebenarnya), Lulu adalah teman wanitaku semasa masih remaja dulu. Sebelum menikah dengan Rere sebenarnya aku sempat menjalin hubungan dengan Lulu, walaupun saat itu aku berhubungan dengan Lulu baru setahun entah kenapa kehadiranya selalu membekas dihatiku hingga sekarang padahal aku sendiri sudah menikah dan memiliki anak.
Hal tersebut seharusnya tidak boleh terjadi, namun itulah fakta yang terjadi dalam kisah hidupku dimana pikiranku selalu teringat dengan bayang-bayang Lulu. Diam-diam tanpa sepengetahuan isteriku, aku masih menjalani hubungan dengan Lulu dan sering menemuinya. Karena secara kebetulan pekerjaanku sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan pemerintah kabupaten Majalengka kerap mendapat tugas keluar kota seperti Bandung dan Jakarta. Saat dinas diluar kota tersebut aku sering memanfaatkan untuk menemui Lulu yang tinggal di salah satu desa di Kabupaten Indramayu.
Kami berdua sering bertemu, bahkan kami berdua tidak hanya ketemuan semata melainkan kami berdua sering jalan bareng makan seafood kesukaanku layaknya pasangan kekasih. Anehnya saat berada didekat Lulu aku merasa nyaman dan hal itu berbeda saat aku berada didekat isteriku. Bahkan apabila tugas keluar kota beberapa hari justru aku mamanfaatkan untuk menemui Lulu bahkan hingga menginap di Indramayu.
Sebenarnya saat masih menjalani hubungan dengan Lulu aku sempat memperkenalkannya kepada kedua orang tuaku, namun ternyata orang tuaku tidak merestuinya karena beberapa hal. Selain itu ternyata kedua orang tuaku telah menyiapkan wanita yang akan menjadi isteriku, dialah Rere wanita yang kini menjadi siteri dan ibu dari anakku.
Sejak saat itu hubunganku dengan Lulu menjadi renggang, kami berdua sudah jarang ketemu apalagi aku dipaksa harus menikah dengan wanita pilihan orang tuaku. Sebenarnya Lulu sendiri tahu status pernikahanku dengan Rere, walaupun sempat marah kepadaku karena aku dianggap tidak bertanggung jawab namun setelah aku jelaskan akhirnya dia faham dan mau mengerti dengan posisiku.
Selama ditinggalkanku ternyata Lulu tidak mencari pasangan untuk menggantikan posisiku dihatinya, namun dia masih saja melajang dan bahkan saat aku mencoba berkomunikasi walau hanya menanyakan kabar dia masih meresponya. Sejak saat itu aku sadar bahwa Lulu benar-benar telah cinta mati kepadaku, mungkin hal itulah yang membuatku sulit untuk melupakan bayang-bayang Lulu dipikiranku.
Hubungan terlarangku dengan Lulu sudah terlampau dalam, bahkan walaupun hubungan kami berdua belum dibalut ikatan pernikahanku secara resmi namun untuk menghilangkan rasa kangen yang teramat besar sering kami luapkan dengan melakukan hubungan layaknya hubungan suami isteri.
Singkat cerita karena seringnya kami berdua melakukan hubungan badan dengan Lulu, tanpa disadari ternyata dia telah mengandung 2 bulan. Anehnya saat mengetahui kabar tersebut aku tidak merasa khawatir atau gelisah namun justru aku merasa senang, hal berbeda justru respon ditujukan oleh Lulu dimana dia merasa khawatir dan panik dengan kandunganya.
Tentu saja sebagai seorang wanita lajang mengetahui dirinya telah hamil pasti panik, akhirnya Lulu dan keluarganya mendesaku untuk segera menikah untuk menyelamatkan aib bagi Lulu dan keluarganya. Kemudian kami pun menggelar pernikahan, walau hanya menikah secara agama atau lebih dikenal dengan nikah kiyai. Dari pihakku hanya dihadiri pamanku, karena apabila aku meminta restu dari kedua orang tuaku sudah pasti mereka akan marah dan mungkin tidak akan merestuinya, sementara dari pihak keluarga Lulu dihadiri oleh hampir semua sanak familinya.
Sejak menikah dengan Lulu aku mulai banyak berbohong kepada isteriku, terutama dalam hal mencari alasan untuk lebih sering pergi ke Indramyu untuk menemui Lulu yang kini resmi telah menjadi isteri mudaku apalagi kini dia tengah mengandung anakku.
Kebohongan demi kebohongan terus aku lakukan kepada isteriku, mungkin dengan kebohongan inilah hubungan pernikahanku dengan isteri mudaku tidak akan terbongkar. Namun tidak hanya kepada Rere aku sering berbohong, bahkan kepada Lulu isteri mudaku ini juga aku terpaksa harus sering berbohong. Aku terpaksa sering berbohong semata – mata demi menjaga hubungan kedua isteriku tetap berjalan lancar dan waktu untuk keduanya bisa terpenuhi.
Setahun lamanya akting berbohongku kepada dua isteriku berjalan lancar, hingga isteri mudaku melahirkan anak pertamanya. Isteri pertamaku awalnya tidak menaruh curiga kepadaku, memang Rere merupakan kategori isteri yang shalelah walaupun selama ini aku sering bertindak kasar dan menyakitinya namun rasa cintanya dan kesetiannya sebagai seorang isteri dia tidak pernah berubah sedikit pun sejak kami menikah.
Namun pepatah mengatakan serapat-rapatnya bangkai ditutupi pasti bau busuknya akan tercium juga, mungkin pepatah itu memang benar adanya. Setelah setahun lamanya aku membohongi isteri pertamaku akhirnya terbongkar juga, terbongkarnya hubungan perselingkuhanku bermula saat telepon genggamku lupa tertinggal dirumah, maklum pada waktu itu aku terburu-buru berangkat kerja karena dipanggil atasanku.
Tanpa disangka disaat handphoneku tertinggal tersebut ternyata isteri mudaku mencoba menghubungiku, mungkin karena telepon genggamku berdiring terus menerus tanpa henti akhirnya isteri pertamaku mencoba mengangkatnya untuk mengabarkan bahwa HP suaminya tertinggal dirumah.
Namun saat diangkat ternyata yang menelpon ternyata isteri mudaku yang menanyakan keberadaanku dan mengabarkan bahwa anaknya sedang sakit.
Aku bisa membayangkan mungkin betapa sakit dan hancurnya perasaan isteri pertamaku bahwa yang menelpon ternyata adalah wanita yang ternyata adalah isteri muda suaminya. Dan dia pun mungkin akan marah kepadaku karena selama ini aku telah membohongi dan mengkhianatinya.
Namun ternyata hal itu tidak dilakukan oleh isteriku pertamaku, saat aku pulang kerumah aku langsung mencari HP ku yang tertinggal seharian. Betapa kagetnya aku saat mengetahui ternyata tadi siang isteri mudaku telah menelpon dan diangkat oleh isteri pertamaku. Aku bergegas menemui isteri pertamaku yang sedang berada didapur untuk mempersiapkan makanan untukku, dan saat aku hendak menjelaskan kepada isteriku soal Lulu justru isteriku melarangku untuk berbicara.
“Mas kamu tidak usah menjelaskanya kepadaku karena aku sudah tahu semuanya, justru sebaiknya kamu segera pergi ke Indramayu untuk menemui anakmu yang tengah sakit dan lebih membutuhkanmu,” begitulah kira-kira perkataan Rere kepadaku.
Mendengar ucapan dari istriku aku langsung terdiam penuh haru, bagaimana tidak seharusnya dia marah kepadaku karena aku selama ini telah membohonginya dan menghianatinya, namun justru dia malah menyuruhku agar segera menemui isteri muda yang saat ini sedang membutuhkanku. Aku pun langsung berpamitan kepada isteriku untuk pergi menemui isteri mudaku.
Kebanyakan hampir seluruh isteri tidak rela apabila mengetahui suaminya berselingkuh apalagi sampai memadunya. Bahkan tidak sedikit isteri yang langsung meminta cerai dari suaminya atau meminta kepada suaminya untuk menceraikan isteri mudanya apabila mengetahui suaminya sudah menikah lagi. Namun hal tersebut dilakukan oleh isteriku, dia justru ikhlas dengan keputusan suaminya yang telah menikah lagi.
Dia pernah berkata kepadaku, perceraian adalah sesuatu yang dibenci Allah walau diperbolehkan. Untuk itu dirinya akan selalu menjaga dan menghormati suaminya yakni aku, dan ia juga akan menerima setiap perlakuan apa pun dariku dengan Ikhlas walaupun itu menyakitkan. Karena bagi isteriku ia akan selalu belajar mencintai aku seperti Tuhan mencintainya. Isteriku tidak pernah merasa tersakiti dalam keadaan apa pun, selama aku bersamanya bahkan aku menikah lagi dia pun tidak marah.
Mendengar ucapan dari istriku tersebut, aku hanya bisa tertegun tak percaya ternyata ada wanita setegar istriku di dunia ini. Mungkin, ia adalah bidadari yang benar adanya, dan hatinya benar-benar lembut ia bagaikan malaikat.
Sejak saat itu hingga sekarang, aku menjalani hubungan dengan dua orang isteri sekaligus tanpa harus aku berbohong kepada keduanya. Aku mencoba berbuat adil kepada keduanya mulai dari pembagian penghasilanku hingga pembagian waktuku untuk kedua isteriku. Tentu sebagai seorang lelaki aku merasa sangat beruntung memiliki dua isteri yang shalehah, keduanya mengertiku dan mau menerimaku apa adanya.***

952 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/tegarnya-istriku/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *