Terjebak Cinta Terlarang Gara-Gara Medsos

Perselingkuhan seringkali menjadi kambing hitam hancurnya sebuah hubungan rumah tangga. Kalau salah satu pasangan kita sudah berani selingkuh, hubungan yang sudah lama dijalin sekalipun bisa hancur seketika. Dengan kata lain, perselingkuhan memang jadi racunnya sebuah hubungan dalam berumah tangga.

Dalam beberapa kasus ternyata perselingkuhan tidak hanya dilakukan para suami saja banyak juga para isteri yang nekat melakukan hubungan terlarang dengan lelaki lain. Seperti kisah hidup yang disampaikan oleh seorang wanita ini kepada Sinarmedia . Akibat perbuatanya berelingkuh kini ia ditinggalkan oleh suaminya.

Memang aku mengaku telah berbuat salah dengan mengkhianati suamiku, namun aku mempunyai alasan yan kuat kenapa aku melakukan perbuatan tercela tersebut. Alasan klise seperti kesepianlah yang menjadi penyebab aku melakukan hubungan terlarang, aku merasa kesepian karena mantan suamiku bekerja diluar kota mengakibatkan setiap harinya kami berdua jarang bertemu.

Sebenarnya alasan utamaku berselingkuh bukan hanya aku kesepian saja, aku merasa sakit hati pada mantan suamiku karena dia ternayata membagi cinta denga yang lain. Sehingga aku juga ingin mencoba hal yang sama dengan membagi kasih dengan pria yang lain selain suamiku.

Namaku sebut saja Desi (bukan nama sebenarnya) aku saat ini bekerja menjadi perawat disalah satu rumah sakit yang ada di Majalengka. Sementara mantan suamiku sebut saja Doni (bukan nama sebenarnya), kebetulan kami satu profesi hanya saja mantan suamiku bekerja di rumah sakit di luar kabupaten Majalengka sehingga kami berdua setiap hari jarang ketemu karena mantan suamiku lebih memilih tinggal di disana untuk lebih memudahkan dekat dengan tempat kerjanya, sementara aku juga tidak mungkin tinggal bersama ikut suami karena aku juga mempunyai tanggung jawab pekerjaan di Majalengka.

Sehingga sejak pertama kali menikah 5 tahun yang lalu aku sudah terbiasa ditinggal oleh suami aku tingal bersama kedua orang tuaku, mungkin hanya hari liburlah kami bisa bertemu. Bahkan saat aku melahirkan anak pertamaku, tidak didampingi oleh suamiku karena kebetulan dia sedang bertugas. Namun bagiku jauh dari suami dalam hubungan berumah tangga bukanlah suatu masalah karena yang terpenting hati kita berdua selalu dekat dan menyatu, serta saling percaya itulah yang terpenting.

Walaupun kami jarang sekali bertemu namun sebenarnya komunikasi kami berdua tidak pernah putus, dengan jaman yang sudah canggih seperti sekarang dapat memudahkan kita untuk beromunikasi kapan pun kita mau. Apalagi ditambah banyaknya pilihan media sosial yang disajikan didunia maya semakin menambah kita semakin dekat dengan pasangan kita karena kita bisa saling mengetahui kegiatan satu sama lain di media sosial.

Mungkin hanya media sosialah yang selalu menjadi teman sehari-hariku kala aku merasa kesepian ditinggal suami, dengan media social inilah seperti facebook, badoo, line dan lain-lain kita bisa lebih dekat dengan pasangan kita dan bisa menambah teman. Bahkan teman-teman kita yang kini jauh tinggal diluar kota sekalipun dan jarang ketemu bisa terasa dekat, karena kita bisa saling komuikasi dan mengomentari kegiatan sehari-sehari mereka.

Sampai suatu ketika, tanpa sengaja aku memergoki suamiku berselingkuh dengan wanita lain lewat media sosial. Saat itu aku merasa curiga melihat salah seorang teman perempuan suamiku di facebook yang terlihat sangat dekat dengan suamiku, bahkan dia secara terang-terangan memberikan perhatian di setiap tuiisan status suamiku.

Walaupun aku merasa curiga namun aku tidak lantas menanyakannya kepada suamiku, karena aku tahu watak suamiku apabila aku terlalu curiga dia akan marah. Kami pernah bertengkar hebat gara-gara aku terlalu curiga kepadanya, bahkan apabila satu sama lain tidak bisa menahan diri mungkin kami sudah bercerai dua tahun lalu, tapi untunglah itu tidak terjadi. Jadi untuk sementara kecurigaanku terhadap teman wanita yang ada di facebook tersebut ditahan dulu, sambil aku mencari informasi lebih dalam lagi akan wanita tersebut.

Singkat cerita, saat suamiku pulang kerumah aku mempunyai kesempatan untuk melihat isi telepon genggam suamiku. Tentu saja tanpa sepengetahuan suamiku aku mulai menjelejahi semua isi aplikasi sosial media di handphone suamiku, dan benar saja aku menemukan pembicaraan di WhatsApp (WA) suamiku dengan seorang wanita yang mukanya mirip dengan teman facebook suamiku. Insting seorang isteri terhadap suaminya memang tidak pernah salah, tak terasa air mataku menetes saat membaca isi percakapan WA dengan teman wanitanya yang kebetulan lupa dihapus.

Bagaimana tidak, dada ini terasa sesak saat suamiku yang aku cintai selama ini ternyata telah membagi hatinya dengan yang lain. Bahkan dalam isi percakapan tersebut mereka berdua seperti layaknya suami isteri. Suamiku pun hanya bisa diam dia mengaku hilaf dan meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi saat hubungan terlarangnya aku ketahui, awalnya aku mencoba memaafkan suamiku karena pertimbangan anakku dan aku merasa tidak mau kedua orang tuaku mengetahuinya.

Keesokan harinya seperti biasa aku ditinggal suamiku, karena dia harus bekerja diluar kota. Dan sejak saat itulah aku mulai sudah tidak percaya lagi kepada suamiku, aku mencoba mencurahkan kekecewaan dan kesedihanku lewat media sosial karena hanya medsos inilah yang menjadi temanku, dimana aku dapat bertukar fikiran dengan teman-temanku. Sementara aku tidak mungkin menderitakan prahara yang sedang terjadi pada rumah tanggaku kepada orang tuaku, mereka mengetahuinya kami berdua baik-baik saja tidak ada masalah.

Satu tahun berlalu, aku mencba tetap bertahan dengan suamiku. Walau sejujurnya aku sudah tidak tahan hidup dimadu oleh suami, Sampai akhirnya singkat cerita aku bertemu dengan lelaki yang mungkin merasa iba kepadaku, dan terus terang aku merasa nyaman saat mengobrol dengan dia. Sebenarnya lelaki tersebut sebut saja Budi (bukan nama sebenarnya) sudah memiliki isteri, namun entah kenapa aku merasa suka kepadanya mungkin karena merasa sama-sama dikhianati pasanganya sehingga kami merasa nyaman.

Pertama kali mengenal Budi, lewat facebook sebenarnya dia bukan orang asing bagiku karena dia adalah teman sekolahku dulu waktu di SMA. Selain suka mengobrol dan curhat satu sama lain, aku juga sering bertemu denganya. Untuk menemuinya bukan hal yang sulit karena suamiku setiap harinya tidak ada dirumah, sementara anakku tinggal bersama kedua orang tuaku sehingga aku dengan bebas menemui Budi kapanpun aku mau.

Bahkan saat aku merasa kesepian dan membutuhkan kehangatan lelaki, aku lebih memilih Budi ketimbang aku harus menunggu suamiku datang. Dan tak terasa sudah tiga bulan lamanya aku menjalin hubungan dengan Budi, dan sampai akhirnya suamiku mengetahuinya. Suamiku sempat marah namun aku membalikanya lagi dengan apa yang pernah ia perbuat kepadaku, sampai akhirnya hubungan perikahanku yang sudah dibangun selama lima tahun lamanya pun tidak bisa dipertahankan lagi. Suamiku resmi menceraikanku, akan tetapi kami berdua sepakat alasan perceraian kami berdua bukan karena selingkuh akan tetapi lebih kepada jarak yang memisahkan. Hal itu perlu, mengingat demi menjaga perasaan kedua orang tuaku, aku tak ingin melihat mereka kecewa terhadap mantan menantunya.

Saat resmi diceraikan suamiku, entah kenapa aku tidak merasa bersedih mungkin justru sebaliknya dimana aku merasa bahagia dan bebas merdeka. Kini aku juga bisa dengan bebas berhubugan dengan lelaki seingkuhanku Budi, tanpa ada orang yang menghalangi. Hubungan terlarangku dengan Budi semakin hari semakin dalam dan sulit untuk aku lepaskan karena aku kini terlanjur suka padanya, namun disatu sisi aku tidak bisa memilikinya secara utuh karena dia sendiri sudah ada yang punya.

Namun seiring waktu berjalan kenyataan ternyata berkata lain dimana aku harus mengalami sakit untuk  kedua kalinya, karena Budi sendiri akhirnya meninggalkanku dengan alasan isterinya mengetahui hubungan denganku, dengan kata lain ternyata dia lebih lebih memilih isterinya dibandingkan aku.

Walaupun aku kecewa dan bersedih, namun aku tidak boleh terlalu lama arut dalam masalah tersebut aku harus kembali move on. Melalui media sosial kita tidak merasa sendirian karena disana banyak teman yang dapat berbagi atas semua permasalahan yang tengah kita alami.

Memang diantara teman-teman lelaki yang ada dimedsos, obrolan yang nyambung dan nyaman dengan lelaki yang mempunyai isteri. Mungkin karena mereka sudah memiliki pengalaman sehingga tak sedikit obrolannya selain nyambung juga memberikan rasa nyaman kepadaku.

Jujur, sebenarnya di media sosial banyak teman lelaki yang mencoba mendekatiku bahakan terang-terangan menyatakan suka kepadaku, dan tidak sedikit juga dari mereka yang masih lajang. Namun jujur saja apabila dibandingkan  antara lelaki yang masih lajang atau single dan lelaki yang sudah mempunyai isteri aku lebih memilih lelaki yang sudah memiliki isteri. Karena mungkin lelaki yang mempunyai isteri lebih dewasa, berpengalaman, obrolannya nyambung dan tentunya mempunyai tantangan tersendiri.

Sejak putus dengan Budi, tidak menyurutkanku untuk menjalin hubungan dengan lelaki lain yang statusnya suami orang. Dan mungkin sampai saat ini apabila aku hitung aku pernah menjalin hubungan dengan sejumlah lelaki yang sudah beristri sebanyak 5 kali, dan entah kenapa aku juga tidak mempunyai hasrat untuk menjalin hubungan dengan lelaki yang masih lajang padahal mereka lebih bebas belum ada yang memiliki, berbeda dengan lelaki yang sudah beristri mereka sudah ada yang punya anak dan isterinya.

Aku akui, apa yang aku lakukan salah namun aku juga tidak bermaksud untuk menghancurkan hubungan rumah tangga orang lain. Walaupun sebenarnya hubungan rumah tanggaku sendiri pernah menjadi korban dari orang ketiga, tapi aku jujur tidak ada niat untuk menghancurkan hubungan rumah tangga orang lain. Karena aku sampai saat ini tidak ada niat untuk kembali membangun rumah tangga, dan kalaupun nantinya apabila menikah tentunya dengan lelaki yang tidak berstatus suami orang.

Dan terakhir aku mempuyai sedikit saran kepada para isteri agar tidak menaruh rasa percaya seratus persen apabila suaminya bekerja jauh dari kita, dan tidak lupa agar selalu mengontrol telpon genggam milik suami kita. Karena dengan banyaknya media social dan aplikasi yang ada fitur handphone dapat memudahkan suami untuk berkomunikasi dengan wanita lain dan tidak sedikit juga dijadikan celah pasangan kita dalam menjalin hubungan dengan wanita lain.***

1,767 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/terjebak-cinta-terlarang-gara-gara-medsos/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *