Terkait Proyek SOR Baribis Sejumlah Pejabat Dipanggil Polres

Majalengka,(Sinarmedia),-
Sejumlah pejabat Pemkab Majalengka telah dipanggil Polres Majalengka untuk dimintai keterangan terkait masalah proyek Sarana Olah Raga (SOR) Baribis. Proyek SOR Baribis yang masih dalam tahap pematangan lahan atau pengurugan yang telah menghabiskan anggaran sebesar Rp. 3 milyar itu diduga bermasalah.
Kapolres Majalengka AKBP Yudhi Sulistianto Wahid, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Reza Arifian, SH.SI.K saat dikonfirmasi Sinarmedia Senin (14/12) membenarkan tengah menangani masalah proyek pembangunan SOR Baribis dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Namun Reza Arifian tidak menyebutkan berapa orang pejabat yang telah dipanggil untuk dimintai keterangan terkait masalah proyek pengurugan lahan SOR Baribis tersebut.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Sinarmedia, beberapa pejabat yang sudah dimintai keterangan oleh Polres Majalengka itu diantaranya adalah Ahmad Suswanto Kepala Dinas Porabudpar, mantan kepala dinas Porabudpar Suratih Puspa yang kini menjabat staf ahli Bupati, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Pengawas Lapangan dari Dinas BMCK.
Beberapa permasalahan dalam pelaksanaan proyek pematangan lahan tersebut menurut sumber Sinarmedia diantaranya adalah menyangkut proses pelelangan, volume pekerjaan dan kepemilikan tanah urugan. Sumber Sinarmedia menyebutkan dengan anggaran Rp.2 milyar volume pekerjaan bukan dihitung dengan M3 tapi per truk/rit. Dalam proyek ini anggaran tersebut untuk mengurug lahan yang akan dijadikan pembangunan SOR sebanyak 8200 truk/rit dengan waktu 30 hari kalender.
Seperti diberitakan Sinarmedia pada edisi sebelumnya,proyek SOR Baribis yang direncanakan akan menghabiskan dana ratusan milyar tersebut kini masih dalam tahap pematangan lahan atau sudah dilakukan pengurugan lahan.Proses lelang pematangan lahan sudah selesai dilakukan pada tahun 2013 dan 2014 lalu. Pada tahun 2013 pemkab Majalengka melalui dinas Pemuda, Olah raga, Kebudayaan dan Pariwisata ( Porabudpar) telah mengucurkan dana sebesar Rp.1 milyar dan tahun 2014 sebesar Rp.2 milyar.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Sinarmedia, lelang proyek konstruksi sarana olah raga (pematangan lahan SOR) tahun 2013 sebesar Rp.1 milyar dimenangkan oleh CV.Banda Sekarwangi dengan alamat desa Andir Kecamatan Jatiwangi dengan harga penawaran Rp.997.542.000.-.Sementara pada tahun 2014 dikucurkan lagi dana sebesar Rp.2 milyar yang tendernya dimenangkan oleh CV.Rizky Pratama alamat Jl.Zamrud 14 desa Tani Mulya Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat dengan harga penawaran Rp.1.985.529.000.-
Sementara itu menurut salah seorang pengusaha jasa konstruksi yang minta identitasnya tidak disebutkan memprediksi, pelelangan proyek ini patut diduga ada unsur rekayasa karena pemenang tender memberikan harga penawaran tidak lazim umumnya pelelangan secara terbuka.Harga penawaran pemenang tender hanya turun sekitar 0,25 persen dan 0.7 persen dari pagu anggaran.
Sementara itu kepala dinas Pemuda,olahraga, kebudayaan dan Pariwisata ( Porabudpar) kabupaten Majalengka Ahmad Suswanto mengakui adanya proyek pematangan lahan untuk SOR Baribis sebesar Rp.3 milyar yang terbagi dalam dua tahun anggaran. Pada tahun 2013 pihaknya menerima anggaran untuk proyek tersebut besar Rp.1 Milyar dan pada tahun 2014 sebesar Rp.2 Milyar.
Dijelaskan Ahmad, sebelumnya ia sempat menolak menerima anggaran untuk pembangunan SOR Baribis karena bukan bidangnya. Ia beralasan dinas yang dipimpinya seharusnya hanya melakukan pengelolaan gedung saja setelah pembangunan selesai. Namun pada saat itu kepala dinas BMCK Agus Tamim memaksa dirinya untuk menerima anggaran itu.(Red).

10,935 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/terkait-proyek-sor-baribis-sejumlah-pejabat-dipanggil-polres/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *