Terlalu Mahal, Biaya Parkir RSUD Ciederes Dikeluhkan

 

Dawuan,(Sinarmedia).-

Sejumlah masyarakat mengeluhkan mahalnya biaya tarif parkir yang diberlakukan oleh pengelola parkir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cideres, pasalnya pihak pengelola memberlakukan tarif parkir berdasar waktu kunjungan (timer).

Penggunaan “sistem timer” ini dianggap memberatkan para pengunjung karena biaya tarif parkir yang dibayarkan oleh pengunjung akan membengkak contohnya sepeda motor bisa mencapai Rp. 5.000 dan mobil bisa mencapai Rp. 10 ribu disesuaikan lamanya kunjungan, padahal berdasarkan peraturan daerah (Perda) Nomor 10 tahun 2010 tentang retribusi parkir biaya retribusi parkir untuk sepeda motor hanya Rp. 500 dan kendaraan roda empat Rp. 1.500.

Menurut salah seorang warga asal Dawuan, Arip (34), tarif parkir yang ada di RSUD Cideres dianggap mahal sekali yang tentunya sangat memberatkan para pengunjung yang akan menengok keluarganya yang tengah dirawat. Selain itu dengan sistem timer yang digunakan oleh pengelola dianggap menyalahi Perda karena tarif parkir otomatis akan mahal karena berdasarkan waktu kunjungan.

“Pada beberapa waktu lalu saya berkunjung ke RSUD CIderes untuk membesuk saudara yang tengah dirawat, lama kunjungan saya sekitar dua jam, dan saya dibebankan biaya parkir sebesar Rp. 4.000 untuk kendaraan roda dua,” kata Arip kepada Sinarmedia sambil memperlihatkan karcis.

Arip meminta kepada pihak pemerintah daerah Majalengka khususnya pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) agar mengevaluasi kembali system retribusi tarif parkir di RSUD Cideres, karena dianggap terlalu mahal dan memberatkan masyarakat. Mestinya tambah Arip untuk tempat-tempat tertentu yang bersifat sosial pemerintah tidak terlalu membisniskan tempat parkir karena rumah sakit bukan tempat bisinis.

Hal senada juga disampaikan Roni (40) warga Desa Kasokandel kepada Sinarmedia, menurutnya biaya parkir di RSUD Cideres selain mahal juga petugas parkir di RSUD Cieders ini terkesan arogan dan tidak sesuai dengan pelayanan yang diberikan kepada para pengunjung. Pihak pengelola parkir terkesan hanya mengutamakan pengambilan retribusi tanpa diimbangi dengan pelayanan yang prima kepada para pengunjung.

“Masa untuk parkir kendaraan roda dua kami dipinta Rp4 ribu padahal saat itu kami menyimpan motor di tempat parkir cuma kurang dari satu jam saja. Lalu saat ditanyakan kepada petugas mereka tidak memberikan jawaban secara rinci hanya beralasan tarif parkir ini sesuai dari keputusan Dinas Perhubungan dan kebijakan manajemen,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dishubkominfo Majalengka, Yusanto Wibowo melalai Kasi Terminal dan Perparkiran Nono Heryanto ketika dikonfirmasi oleh Sinarmedia mengatakan, penggunaan sistem penarikan retribusi parkir menggunakan alat timer oleh pengelola parkir tidak menyalahi aturan. Sebab menurut Nono didalam dokumen kontrak antara pengusaha dengan Dishubkominfo harus menggunakan alat timer.

“Karena pada dasarnya tujuan menggunakan alat timer itu acuannya untuk meningkatkan kualitas pelayanan parkir dan kualitas keselamatan dan kemanan para pengendara. Sehingga pihak pengelola untuk menarik uang retribusi karcis bisa mencapai anggka sebesar Rp4 ribu itu sah-sah saja dan tidak menyalahi Perda,” katanya.

Nono menambahkan, di dalam perda nomor 10 tahun 2010 bahwa untuk retribusi parkir roda dua itu hanya dikenakan Rp500 dan kendaraan roda empat Rp1.500, namun pihaknya juga tidak menutup kemungkinan untuk mengevaluasi para pengelola parkir apabila tarif parkir dianggap tidak wajar, misalnya untuk sepeda motor hingga mencapai Rp. 5.000.

“Kami akan segera turun kelapangan untuk mengevaluasi dan memberikan teguran kepada para pengelola parkir apabila terbukti dengan sengaja mengenakan tarif yang tidak wajar,” pungkasnya. (S.05).

319 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/terlalu-mahal-biaya-parkir-rsud-ciederes-dikeluhkan/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *