Terlalu, Tarif Rumah Sakit Akan Naik 300 Persen

Majalengka, (Sinarmedia),-
Rencana Pemerintah Kabupaten Majalengka yang akan  menaikan tarif pelayanan di dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yakni RSUD Cideres dan RSUD Majalengka lebih dari 300 persen dianggap keterlaluan dan mendapat protes  dari sejumlah pihak.Pasalnya kenaikan tarif yang sangat tinggi tersebut akan sangat memberatkan masyarakat.
Apalagi selama ini pelayanan yang diberikan oleh dua Rumah Sakit tersebut sering dikeluhkan warga karena dianggap kurang profesional. Sejumlah warga Majalengka bahkan  banyak yang  lari berobat ke Rumah Sakit di luar Majalengka karena kapok dengan pelayanan Rumah Sakit yang ada di Majalengka yang tidak sebaik Rumah Sakit yang ada di kabupaten lain.
Berdasarkan data yang tertuang dalam Raperda yang disampaikan Bupati Majalengka Sutrisno, kenaikan tarif layanan kesehatan tersebut dikenakan hampir untuk semua komponen layanan di antaranya saja untuk tindakan medis dan gawat darurat, up hecting semula tarifnya hanya Rp 4.000 kini menjadi Rp 28.000, incisi abses yang semula hanya Rp 15.000 tarif baru direncanakan mencapai Rp 45.000, untuk pelayanan rawat inap, penggunaan fasilitas rawat inap yang semula Rp 24.000 naik menjadi Rp 37.000, visite dokter yang semula hanya Rp 4.000 naik menjadi Rp 23.000, asuhan keperawatan tiga shif menjadi Rp 10.000 dan makanan pasien Rp 30.000 serta sejumlah pelayanan lainnya yang sebagian di antaranya kenaikannya cukup tinggi.
Pemerintah beralasan kenaikan tarif tersebut untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi seluruh pasien di Rumah Sakit, serta perlunya penyesuaian tarif layanan yang sudah lama tidak dinaikan. Terakhir kali penyesuaian tarif layanan dilakukan pada tahun 2008 sehingga dianggap sudah terlalu lama.
Kenaikan tarif pelayanan kesehatan yang mencapai lebih dari 300%, menurut Wakil Bupati Karna Sobahi  sebagai upaya mendorong minat dokter spesialis untuk bekerja di Kabupaten Majalengka.
“RS di Majalengka ini kekurangan dokter spesialis. Bisa jadi, kecilnya penghargaan atas kinerja dan layanan yang diberikan kepada para dokter spesialis inilah yang membuat mereka enggan bekerja di Majalengka,” kata Karna kepada wartawan.
Menurut Karna, penyesuaian tarif RSUD untuk peningkatan mutu dan profesionalisme tenaga kesehatan dan nonkesehatan melalui diklat, bimtek, seminar, sehingga diharapkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan bagi tenaga kesehatan dan non kesehatan.
Namun alasan yang disampaikan oleh pemerintah kabupaten Majalengka tersebut menurut ketua LSM Forum Majalengka Sehat (FORMAT) tidak harus dengan menaikan tarif  yang terkesan seenaknya. Hal itu akan  menimbulkan dampak sosial dan harus diingat bahwa rumah sakit pemerintah  tidak boleh hanya berpikir bisnis semata tapi harus mempunyai fungsi sosial dengan tidak mengurangi pelayanan yang prima kepada masyarakat.
“Saya selaku ketua  LSM Forum Majalengka Sehat sangat menyayangkan rencana Pemda Majalengka yang akan menaikkan biaya pelayanan kesehatan. Harus diingat bahwa kesehatan adalah hak setiap warga, sehingga pemerintah perlu menjamin kesehatan setiap warganya, bukan malah memberikan beban yang lebih berat,” tandas Uju.( S.06/red)

576 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/terlalu-tarif-rumah-sakit-akan-naik-300-persen/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *