Tidak Sesuai RAB Pembangunan Lumbung Padi Dihentikan

Jatiwangi,(Sinarmedia).-
Pembangunan lumbung padi yang terletak di Blok Wates Desa Jatisura Kecamatan Jatiwangi dihentikan karena menuai pro kontra di kalangan masyarakat. Pembangunan lumbung padi  yang anggarannya dikucurkan melalui Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian dan Perkebunan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Majalengka itu dibangun menyalahi Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang sudah ditetapkan.
Menurut informasi yang diperoleh dari warga, pembangunan lumbung padi yang dilaksanakan oleh pihak rekanan itu berdasarkan RAB berukuran 7 X 8 meter, namun kenyataanya pihak pemborong hanya melaksanakan pembangunan dengan ukuran 4 x 5 meter.
“Jelas dengan ukuran 4 x 5 meter sangat kecil apabila dijadikan lumbung padi,” kata salah seorang tokoh masyarakat desa Jatisura yang namanya minta tidak disebutkan.
Pembangunan lumbung padi itu yang dibangun diatas lahan milik TNI AU Lanud Sukani itu juga sempat mendapat protes dari pihak Lanud S. Sukani karena tidak meminta ijin terlebih dahulu hingga pembangunannya dihentikan. Hingga berita ini dibuat  proses pembangunan lumbung padi itu baru tahap pemasangan beton serta pemasangan bata setinggi kurang lebih 2,5 meter.
Kepala BP4K H. Udin Abidin melalui sekretaris Eko Suswoyo kepada Sinarmedia membenarkan adanya program bantuan untuk pembangunan lumbung padi yang dananya berasal dari Kementrian Pertanian dengan anggaran Rp 99.000.000 adapun untuk lahan bangunan pihaknya tidak bisa menyediakan diserahkan kepada pemeritahan desa. Pembangunan lumbung padi di desa Jatisura hanyalah salah satu saja, ada 20  lumbung padi yang dibangun dengan biaya yang sama.
“Masalah lahan kami mempersilahkan kepada masyarakat sendiri untuk menyediakannya, karena kami hanya membangunnya saja,” katanya.
Eko juga membenarkan untuk pekerjaan proyek pembangunan lumbung padi baru tiga dilaksanakan kini untuk sementara waktu dihentikan.
“Memang pembangunannya sekarang di hentikan karena tanah tersebut milik Lanud Sukani. Pihak kami sama sekali tidak tahu bahwa tanah yang di ajukan warga itu adalah tanah milik Lanud,” tambahnya.
Menurut Eko, adapun yang mendapatkan bantuan gedung untuk lumbung padi total semuanya ada 20 desa dari 14 kecamatan diantaranya Desa Cijurey, Jatierang, Genteng, Pasir Ipis, Andir, Jatisura, namun yang lainnya Eko mengaku lupa dan ia menyarankan wartawan Sinarmedia untuk menanyakan hal tersebut kepada Pejabat  Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dudang, namun saat akan dikonfirmasi Dudang sedang tidak ada di kantornya.(S.09)

354 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/tidak-sesuai-rab-pembangunan-lumbung-padi-dihentikan/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *