Tujuh Tahun Jalan Dibiarkan Rusak

Dawuan,(Sinarmedia).-
Warga yang ada di tiga desa yakni Balida, Panongan dan Karanganyar bingung tak tahu harus mengadu kepada siapa terkait jalan yang rusak parah yang ada di desanya.Warga mengaku sudah bosan berkeluh kesah mengenai kondisi jalan sepanjang 20 km yang menghubungkan tiga desa tersebut karena sudah 7 tahun rusak namun belum pernah mendapat perhatian  dari pemerintah.
“Kami seolah sudah terbiasa dengan kondisi jalan rusak, dan kami juga bingung harus mengadu kesiapa. karena rasanya sudah bosan untuk menyampaikan persoalan ini, bahkan pemerintah desa sekalipun sudah mengajukan perbaikan hampir setiap tahun namun tidak pernah di akomodir,” kata Arip warga desa Balida kepada Sinarmedia.
Ironisnya justru kebijakan bupati Majalengka, H. Sutrisno lebih cenderung mengarahkan pembangunan dikota angin ini kepada fasilitas umum yang dianggap belum perlu seperti pembangunan taman kota, pelebaran jalan di kota dan sebagainya, sementara untuk perbaikan jalan didesa yang notabene statusnya merupakan jalan kabupaten ini dan sangat dibutuhkan masyarakat justru diabaikan.
“Bupati Sutrisno seolah membiarkan jalan desa Balida- Panongan – Karanganyar walau kondisinya sudah rusak parah dengan dipenuhi lubang, bahkan warga yang kesal dan sebagai bentuk protes menanami jalan berlubang dengan sempat menanam pohon pisang dan padi,” tutur Iwan.
Hal senada juga disampaikan Amad (40) warga desa Karanganyar, menurutnya  wakil Bupati H. Karna Sobahi sempat berjanji akan memperbaiki jalan tersebut, namun janji tinggalah janji yang tidak pernah ditepati hingga sekarang. Janji orang nomor 2 di Kabupaten Majalengka itu disampaikan di hadapan ratusan warga Desa Salawana dan desa Karanganyar saat  menghadiri acara peringatan Isro Miraj Nabi besar Muhamad bertempat di mesjid desa Salawana.
“Namun entah lupa atau sengaja dilupakan janji itu belum ditepati sampai sekarang tahun 2016,” kata.
Iwan.
Berdasarkan pantauan Sinarmedia, kondisi jalan desa Balida – Panongan dan Karanganyar sudah sangat memprihatinkan, hampir diseluruh badan jalan dipenuhi lubang – lubang besar dengan kedalaman hingga mencapai 20 – 30 cm. sebagai bentuk protes sejumlah warga menanami jalan berlubang tersebut dengan pohon pisang dan padi.
Sementara itu, Kepala dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Majalengka, Dedi Rahmadi melalui Kabid Bina Marga, Ruhyana mengatakan pihaknya sudah berupaya mengajukan permohonan bantuan untuk ruas jalan Balida – Panongan – Karanganyar ke pemerintah Provinsi, namun sayang  pengajuan jalan tersebut selalu ditolak.
“Namun pihaknya berjanji pada tahun 2016 ini akan berusaha untuk mengusulkan lagi,semoga di tahun 2016 bisa masuk anggaran dan bisa di perbaiki,” pungkasnya. (S.05).

743 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/tujuh-tahun-jalan-dibiarkan-rusak/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *