UMK Majalengka Naik Jadi 1,9 Juta

Majalengka, (Sinarmedia). ‎-

Upah Minimum Kabupaten (UMK) Majalengka untuk tahun 2020 nanti, telah ditetapkan sebesar Rp. 1.944.196,63 atau nyaris dua juta rupiah. Hal ini berdasarkan surat edaran pemerintah Provinsi Jabar nomor 561/75 yang diterbitkan pada 22 November 2019. Meskipun begitu, Konsfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang juga masuk dalam jajaran dewan pengupahan, telah memperjuangkan UMK Majalengka mencapai dua juta lebih.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Majalengka, Sadili mengatakan, dewan pengupahan telah rapat bersama unsur terkait, termasuk unsur Pemda dan Serikat Pekerja, serta asosiasi pengusaha. Namun, karena sudah terbit edaran tersebut, pihaknya meminta semua perusahaan mematuhinya.

“Proses penentuan UMK sudah jelas. Itu prosesnya tidak mudah. Karena banyaknya komponen yang harus dilibatkan. Kini besaran UMK yang hampir dua juta, kami anggap wajar. Dan semua perusahaan harus mematuhinya. Jika tidak, maka akan ada sanksi tegas,” ungkapnya, usai sosialisasi surat edaran ‎tentang UMK di gedung KNPI Majalengka, Selasa (26/11).

Sadili menambahkan besaran UMK setiap tahun memang telah diatur oleh PP 78 tahun 2015, UU No. 13 Tahun 2013. Meski diakui olehnya, soal ‎kenaikan upah ini menjadi sangat sensitif.

“Kondisi Majalengka saat ini, kalau dikatakan kurang adalah hal wajar. Karena memang kebutuhan berbeda-beda. Namun, dari sisi rasionalitas hal itu sudah berdasarkan kesepakatan. angkanya itu masih sangat diterima,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan Apindo, Dadang men‎gatakan pihaknya mengapresiasi adanya surat edaran tersebut, pihaknya berharap semua perusahaan patuh pada peraturan yang berlaku.

“Kami dari asosiasi mengapresiasi terhadap ‎edaran tersebut, perusahaan harus mematuhinya.” ungkapnya.

‎Namun, berbeda halnya dengan Ketua KSPSI Majalengka, Sugiharto mengatakan sebelum penetapan yang kurang dari dua juta itu, pihaknya mengklaim telah ngotot mengusulkan,agar UMK tahun 2020 itu lebih dari dua juta, atau minimal dibulatkan saja menjadi dua juta.

“Namun hasilnya ya itu, UMK Majalengka ditetapkan dua jutakurang 50 ribu-an. Harap sebagai catatan, bahwa kami sudah memperjuangkan.Kami Usulkan lebih dari dua juta untuk UMK Majalengka,” ungkapnya.

Sugiharto mengatakan pihaknya juga terus berjuang untuk celah lainnya untuk kesejahteraan para pekerja, mengingat UMK yang kurang dari dua juta itu, masih belum cukup untuk kesejahteraan.

“Yang namanya UMK itu kan upah minimum, minim, maka harus lebih. Seminimn-minimnya tetap harus bisa lebih,” tandasnya. ( S.03)

6,549 kali dilihat, 493 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × five =