UPK PNPM Kertajati Diskriminatif

Kertajati,(Sinarmedia).-
Sejumlah ketua kelompok dan anggota simpan pinjam PNPM memprotes kebijakan ketua UPK Kecamatan Kertajati, Tani Sartani yang telah berlaku diskriminatif terhadap warga Desa Sukamulya. Apabila warga desa lain tidak memerlukan jaminan untuk meminjam dana ke UPK tapi warga Desa Sukamulya diharuskan memakai jaminan.
Kepala desa Sukamulya, Nono Darsono atau akrab dipanggil Kuwu Bona sangat menyesalkan sikap arogan dan diskriminatif  ketua UPK Kecamatan Kertajati Tani Sartani  kepada sejumlah kelompok PNPM Sukamulya. Menurut Kuwu Bona, salah satu kebijakan arogan dan diskriminatif  ketua UPK adalah mewajibkan kepada kelompok asal Desa Sukamulya yang mengajukan pinjaman harus ada jaminan, sementara untuk desa lain tidak.
“Ketua UPK sudah menyalahi aturan dan ketentuan UPK SSP PNPM, dimana setiap kelompok yang mengajukan pencairan uang simpan pinjam tidak diwajibkan menyertakan jaminan, namun kenapa kepada kelompok asal Desa Sukamulya justru diwajibkan. Tentu saja sikap ketua UPK tersebut arogan dia merasa hebat dan jagoan,” katanya.
Menurut Bona, sebenarnya ia selaku kepala desa siap bertanggung jawab, akan tetapi  ketua UPK selalu tidak percaya. Yang paling kecewa  untuk pencairan uang SSP PNPM sama sekali dari dulu dimana-mana juga tidak pakai jaminan namun kenapa hanya untuk warga Desa Sukamulya harus menggunakan jaminan.
Ketua UPK Kecamatan Kertajati Tani Sartani ketika dikonfirmasi Sinarmedia membenarkan bahwa untuk pencairan dana SSP PNPM khusus untuk Desa Sukamulya harus ada jaminan, sedangkan untuk desa yang lainnya tidak diwajibkan menyertakan jaminan.
“Alasan untuk Desa Sukamulya harus ada jaminan adalah sebab sebentar lagi Desa Sukamulya akan hilang terkena BIJB, hal itu untuk mengantisipasi ketika warga tersebut sudah pindah kami harus menagih ke mana,” kata Tani.
Tani mengaku hal itu bukan merupakan  keputusan  sendiri, melainkan keputusan bersama antara tim verifikasi dengan tim kerjasama antar desa. Sedangkan setiap kelompok mendapatkan bantuan SSP dari PNPM sebesar Rp. 60 juta untuk 20 orang anggota dan setiap anggota mendapatkan Rp.3 juta untuk pinjamannya.(S.05).

1,209 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/upk-pnpm-kertajati-diskriminatif/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *