Warga Dukuh Warung “Makmurkan Mesjid”

Kadipaten,(Sinarmedia).-

Majalengka diprediksi akan menjadi kota “metropolitan” baru di Jawa barat dengan hadirnya sejumlah mega proyek pembangunan yang tengah dilaksanakan oleh pemerintah, salah satunya adalah pembangunan Bandara Intersional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati.

Seperti pada umumnya kota metropolitan, selain menampilkan hiruk pikuknya kota besar yang dipenuhi aktifitas yang padat  dan transformasi budaya dari luar dapat menimbulkan degradasi moral bagi penduduknya apabila tidak dibentengi dengan  kekuatan agama yang baik.

Menyadari hal tersebut  warga desa Pagandon blok Dukuh Warung Timur Kecamatan Kadipaten sebagai salah satu desa yang dekat dengan lokasi pembangunan BIJB melakukan berbagai upaya  untuk  membentengi diri dari dampak negatif dari kemajuan kota, salah satunya adalah dengan  agama dan membentuk remaja Mesjid.

Hal tersebut disampaikan ketua DKM Masjid Al Huda, H. Anas Rahmat melalui ketua panitia pembangunan Solehudin. Menurutnya untuk mencegah masuknya budaya asing yang berdampak negatif sehingga dirasa perlu membentengi warganya dengan agama salah satunya dengan memakmurkan masjid.

“Kami libatkan semua warga baik pemuda maupun orang tua untuk bersama-sama memakmurkan masjid yang telah dibangun bersama sehingga diharapkan mampu membentuk generasi penerus yang berahlak mulia,“ paparnya saat ditemui menjelang peresmian masjid Al Huda Blok Dukuhwarung yang diresmikan oleh wakil bupati Majalengka H. Karna Sobahi.

Solehudin menambahkan, keberadaan masjid Al- Huda bukan hanya sekedar  tempat untuk beribadah menunaikan shalat melainkan sebagai wahana berkumpul warga bersilaturahmi, berdakwah dan pengajian.

Dan seiring perkembangannya Masjid Al Huda sudah mengalami perombakan pembangunan sebanyak tiga kali yakni sejak tahun 1981, 2000 dan tahun 2016 dengan daya tampung jemaah mencapai sekisar 800 orang.

Rehab kali ini murni merupakan hasil swadaya masyarakat setempat dan para donatur sehingga pembangunannya bisa berjalan dalam waktu relatif singkat yakni selama 5 bulan dengan menghabiskan biaya sebesar Rp.520 juta lebih dengan bangunan dua lantai.

“Mari kita makmurkan masjid dengan memperkuat ukhuwah islamiyah dan meneladani akhlak rosululloh dengan masjid kita bangkit,“ ujarnya.

Sementara itu, wakil bupati Majalengka, H. Karna Sobahi saat menghadiri acara peresmian masjid Al Huda sangat mengapresiasi rehab pembangunan masjid Al Huda yang dilakukan warga dengan bergotong royong, orang nomor dua di Majalengka tersebut juga meminta kepada warga desa Pagandon agar terus mempertahankan budaya gotong royong serta memakmurkan masjid yang telah dibangunnya.

“Untuk pembangunan masjid lebih baik jangan diborongkan tapi harus dibangun secara gotong royong sehingga timbul rasa memiliki, dirawat serta dijaga bersama yang paling utama makmurkan masjid,“ pungkasnya(S.04).

621 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/warga-dukuh-warung-makmurkan-mesjid/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *