Warga Dukung Penangkapan Oknum Wartawan,Terancam Hukuman 9 Tahun

Majalengka,(Sinarmedia).-
Sejumlah kalangan masyarakat mendukung langkah kepolisian Polres Majalengka yang menciduk tiga oknum wartawan yang telah melakukan pemerasan terhadap kepala desa di Kecamatan Sindang belum lama ini.Diharapkan sikap tegas aparat penegak hukum itu akan menjadi pelajaran dan efek jera bagi sejumlah oknum wartawan lainya yang selama ini aktifitasnya banyak meresahkan para kepala desa dan kepala sekolah.
Seperti diketahui aparat Polres Majalengka menjaring tiga oknum wartawan melalui Operasi Tangkap Tangan ( OTT) masing YT (40) penduduk desa Jatipamor Kec. Panyingkiran,SF ( 41) warga blok Cikempar desa Kadipaten dan AF (40) penduduk Kelurahan Rancamanyar Kec.Baleendah Bandung.
Salah seorang tokoh masyarakat kecamatan Sindang Ojo Sudarja mengapresiasi dan mendukung langkah Polres Majalengka menciduk oknum wartawan yang selama ini meresahkan para kepala desa.Menurut mantan kepala desa itu,selama ini banyak yang mengaku-ngaku wartawan datang ke desa-desa dan sekolah hanya untuk meminta “uang” bahkan tidak sedikit yang memaksa dan mengarah kepada pemerasan.
Ia juga mengapresiasi langkah kepala desa yang berani melaporkan perilaku oknum wartawan kepada pihak kepolisian. Ia meyakini sudah banyak korban dari oknum wartawan namun tidak berani melapor, ia berharap para kepala desa atau siapapun yang merasa diperas dan diintimidasi oleh oknum wartawan untuk berani melapor ke kepolisian.
Menurut Sudarja , ia kerap mendapat keluhan dari para kepala desa ,kepala sekolah bahkan pedagang gas LPG yang mengaku sering didatangi oleh orang yang mengaku-ngaku wartawan.Kedatangan mereka layaknya seorang penegak hukum yang menginterogasi terdakwa yang ujung-unjungnya menakut-nakuti dan minta imbalan sejumlah uang.
Dukungan kepada Polres Majalengka juga disampaikan oleh ketua PWI Kabupaten Majalengka Jejep Falahul Alam. Menurut Jejep apa yang telah dilakukan oleh tiga orang oknum wartawan itu sudah merusak citra wartawan.Untuk itu ia sangat mendukung sikap tegas pihak kepolisian yang menciduk tiga oknum wartawan itu.
Diakui Jejep ,saat ini banyak oknum wartawan atau orang yang mengaku-ngaku wartawan datang ke kepala desa, kepala sekolah bahkan pejabat hanya menakut-nakuti dan ujung-ujungnya memaksa minta sejumlah uang. Ia berharap penangkapan terhadap oknum wartawan itu dapat memberi efek jera bagi oknum wartawan lainya.
Sementara itu menurut anggota Dewan pers Imam Wahyudi ,tugas pers diatur dalam Undang-undang No.40 tahun 1998 jika perbuatanya diluar itu maka bukan pers dan bisa dikenakan undang-undang yang lain seperti pidana .
“ Selama pers melakukan kaidah-kaidah pers maka dia pers namun jika tidak melaksanakannya maka dia bukan pers, “ paparnya saat menyampaikan materi acara digedung graha Majalengka beberapa waktu yang lalu.
Semua pers harus taat pada aturan pers dan kode etik pers,jika tindakanya diluar pers seperti “peers” maka itu bukan lagi ranahnya Dewan Pers tapi bagianya penegak hukum yakni POLRI yang harus menindaknya.
” Jika didapati informasi oleh wartawan namun di 86 kan maka itu bukan pers tapi peers “tegasnya.
Kapolres Majalengka AKBP.Noviana Tursanurohman didampingi Kasat reskrim AKP.Rina Perwitasari menyatakan, pihaknya telah menetapkan tiga tersangka dan dua lainya masih berstatus sebagai saksi.Tiga orang oknum wartawan tersebut adalah Yeyet Sofiati mengaku dari media Sergap Jabar,Saeful Misbah mengaku dari Lintas Indonesia dan Arif Budiana Gunawan mengaku dari Investigasi Bhayangkara Indonesia .
Dari tangan ketiga tersangka pihak kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp.7.000.000,enam buah kartu pers dan beberapa Koran yang diduga digunakan tersangka dalam melancarkan aksinya.
Kejadian tesebut bermula saat lima orang oknum wartawan mendatangi Kades untuk melakukan wawancara dan menakut-nakuti korban,bahwa sejumlah pembangunan didesa yang dipimpinannya bermasalah dengan modal tersebut pelaku minta uang sebesar Rp.10.000.000 dan sebagai gantinya pelaku tidak akan memberitakanya.
Pada pertemuan kedua korban menyanggupi hanya Rp.7.000.000,saat akan menyerahkan uang, korban yang merasa risih akan perbuatan oknum wartawan tersebut,melaporkanya terlebih dulu kepada kepolisian dan akhirnya pelaku berhasil tertangkap tangan bersama barang buktinya oleh tim saber pungli.
“ Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya,pelaku akan dikenakan pasal 368 dengan ancaman hukuman pidana maksimal 9 tahun kurungan penjara, “ tegasnya. (S.04).

213 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/warga-dukung-penangkapan-oknum-wartawanterancam-hukuman-9-tahun/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *