Warga Jatimulya Tolak Pembangunan TPA

Majalengka,(Sinarmedia).-

Sejumlah warga desa Jatimulya kecamatan Kasokandel menolak rencana pemerintah kabupaten Majalengka yang akan membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang terletak di blok Leuwiorok desa Jatimulya .Mereka khawatir keberadaan TPA tersebut akan berdampak terhadap pencemaran lingkungan di wilayah tersebut.

Selain khawatir mimbulkan polusi udara karena letaknya hanya sekitar 50 meter dari permukiman penduduk juga dikhawatirkan mencemari sungai yang ada di dekat lokasi TPA,sementara air sungai tersebut masih sering dimanfaatkan penduduk.

“Penolakan warga terhadap pembangunan TPS sangatlah wajar pak, sebab pemerintah sebelumya tidak ada pemberitahuan kepada masyarakat. Namun justru pihak pemerintah terkesan membohongi warga karena awalnya akan membangun perumahan tapi nyatanya membangun TPA. Pemerintah seolah tidak memikirkan dampak yang dirasakan warga terutama bagi yang tinggal disekitar lahan TPA,” kata Emoh (42) asal desa Jatimulya kepada Sinarmedia.

Warga berharap agar pemerintah mengkaji ulang rencana pembangunan bila perlu membatalkan rencana pembanguna TPA. Karena jarak lokasi TPA dan perumahan sangat dekat hanya kurang dari 50 meter saja. Mereka menyayangkan sikap pemkab Majalengka yang tidak melakukan musyawarah mufakat terlebih dahulu dengan warga.

“Sampai saat ini kami tidak pernah diajak untuk bermusyawarah, minimalnya diberi pilihan kepada warga apakah setuju atau tidak? Kalau diberi tawaran,sebelumnya tentu saja kami menolaknya,” kata warga lainya Rudi (47) kepada Sinarmedia.

Sejauh ini hampir sebagian besar warga desa Jatimulya menolak pembangunan TPA, bahkan warga sudah tiga kali mendatangi kantor kecamatan untuk meminta membatalkan rencana pembangunan TPA didesa mereka. Namun sejauh ini belum ada kejelasan dari pemerintah untuk membatalkan rencana pembangunan TPA ini.

“Pada dasarnya keinginan warga desa Jatimulya ini sangat sederhana yakni pemerintah agar membatalkan rencana pembangunan TPA itu saja, apalagi Pemkab Majalengka jelas-jelas melanggar aturan karena lokasi TPA ini berdekatan dengan sungai yang dimana dalam aturan itu tidak diperbolehkan,” katanya.

Sementara itu kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) kabupaten Majalengka, Tatang Rahmat saat dikonfirmasi Sinarmedia yang bersangkutan tidak ada dikantor. Bahkan saat dihubungi melalui telepon genggamnya pun tidak aktif dan sms pun tidak dibalas.

“Bapak sedang keluar tidak ada dikantor pak,” ungkap salah seorang stafnya. (S.02).

43 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/warga-jatimulya-tolak-pembangunan-tpa/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *