Warga Kecewa, KIS Tidak Berlaku Di Rumah Sakit

Sumberjaya,(Sinarmedia).-

Keberadaan Kartu Indonesia Sehat (KIS), yang dikeluarkan pemerintah pusat menggantikan kartu Jaminan Kesehatan masyarakat (Jamkesmas) mulai dipertanyakan, pasalnya banyak warga di kota angin ini mengeluhkan KIS karena tidak bisa berfungsi alias tidak bisa digunakan saat berobat ke rumah sakit.

Seperti yang dialami Ade (38) warga kecamatan Sumberjaya, menurutnya beberapa minggu yang lalu ia mengantar orang tuanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cideres untuk menjalani rawat inap karena menderita serangan jantung. Pada saat masuk RSUD kami sengaja menggunakan jalur umum agar orang tua segera ditangani oleh pihak RSUD. Namun setelah kami akan mengurus administrasi dengan menggunakan KIS ini pihak rumah sakit menolaknya, karena kartu KIS sudah tidak berlaku dan menyarankan apabila mau menggunakan kartu BPJS saja.

“Kartu KIS yang kami miliki diharapkan tadinya bisa  meringankan beban kami dalam mendapatkan biaya perawatan kesehatan di rumah sakit namun nyatanya tidak. Alasan pihak rumah sakit yang menyebutkan KIS ini sudah tidak aktif, bagaimana mungkin kami bisa tahu informai karena kami ini warga kecil dan miskin,” katanya saat ditemui Sinarmedia belum lama ini.

Ade yang berprofesi sebagai buruh serabutan itu akhirnya harus pontang panting mencari uang pinjaman untuk biaya rawat inap ayahnya di RSUD Ciederes karena kartu kesehatan yang dimilikinya tidak berlaku. Padahal sejak ia menerima KIS yang dibagikan oleh aparat desa pada tahun lalu belum pernah menggunakannya.

“Jujur saja sejak menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS), hanya baru kali ini digunakan tapi nyatanya tidak bisa digunakan,” tambahnya dengan nada kesal.

Hal senada juga disampaikan Warki (40) warga kecamatan Dawuan, ia mengaku kecewa dengan KIS yang dimilikinya ternyata tidak bisa digunakan. Tentu saja kami sebagai warga miskin merasa dibohongi oleh pemerintah, pasalnya sejak pertama kali presiden RI Jokowi meluncurkan KIS ini bisa dipakai untuk biaya berobat baik ke Puskesmas maupun ke rumah sakit tanpa dipungut biaya alias gratis nyatanya itu tidak benar.

“Awalnya saat pertama mendengar adanya KIS ini tentu saja kami sebagai mayarakat miskin sangat senang, sesuai dengan iklan yang di tayangan di TV. Namun sepertinya itu hanya bohong, karena buktinya saat saya berobat kerumah sakit Cideres ternyata KIS yang saya miliki ini tidak berlaku,” keluhnya.

Menurut Warki, pada waktu  berobat ke Puskesmas Dawuan untuk memeriksakan mata yang kata dokter divonis menderita katarak juga KIS-nya ditolak dengan alasan kartu indonesia sehat yang dimilikinya tidak bisa digunakan karena sudah tidak aktif lagi. Kemudian ia pun mencoba memeriksakan matanya langsung ke rumah sakit Cideres, dan ternyata sama dari pihak rumah sakit menyatakan KIS sudah tidak bisa digunakan untuk berobat.

“Sontak saja saya kaget karena setahu saya keberadaan kartu Indonesia sehat (KIS) dapat membantu masyarakat miskin untuk memperoleh kesehatan secara gratis sebagai pengganti kartu jamkesmas, tapi, nyatanya tidak. Kami ini cuma masyarakat kecil bisa apa, hanya bisa nurut saja dengan kebijakan yang ada,” tambahnya.

Namun karena mendesak akhirnya ia membuat kartu BPJS sesuai dengan yang disarankan oleh pihak perawat yang ada dirumah sakit Cideres, mengingat ia ingin segera memeriksakan matanya yang menderita katarak bisa secepatnya diobati.

“Saya membikin kartu BPJS dan kartu KIS itu saya buang, saya selaku warga miskin merasa kecewa dan merasa di bohongi oleh pihak pemerintah tentang adanya kartu KIS tersebut,” katanya.(S.02/S.05).

363 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/warga-kecewa-kis-tidak-berlaku-di-rumah-sakit/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *