Warga Majalengka Kecewa,Grage Akhirnya Bongkar Bangunan

Majalengka,(Sinarmedia).-

Pihak Grage Mall dan Hotel akhirnya memenuhi janjinya membongkar bangunan berupa material rangka besi dilokasi eks pasar lama dikelurahan Majalengka wetan sesuai dengan isi kesepakatan pembatalan kerjasama, selain itu pihak Grage pun kabarnya sudah membayar lunas tunggakan retribusi sewa lahan sebesar Rp. 484 juta.

Hal tersebut disampaikan Asisten I Setda Majalengka, Aeron Randi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Tim Koordinasi Kerjasama Daerah (TKSD), apabila pihak grage mall dan hotel sekarang membatalkan kontrak kerjasama sewa lahan eks pasar lama tentunya harus dihargai namun beberapa komitmen yang telah dibangun dan disepakati bersama berdasarkan surat kerjasama kini sudah tidak berlaku kembali.

Selain itu dengan pembatalan ini sesuai kesepakatan yang ditandatangani bersama pihak grage berkewajiban membereskan kembali lahan eks pasar lama seperti semula.Dan membayar retribusi kepada pemerintahan kabupaten Majalengka sebagai PAD sesuai dengan isi kontrak kerjasama yang disepakati bersama dan disetujui oleh DPRD Majalengka.

“Sejak awal pihaknya sangat serius dalam menangani kerjasama dengan pihak grage ini, dan pada prinsipnya pemerintah kabupaten Majalengka sangat mendukung seseorang atau perusahaan yang berinvestasi di Majalengka apabila sekarang pihak grage tidak melanjutkanya ya sudah menjadi hak mereka yang harus kita hormati bersama,” kata Aeron saat ditemui diruang kerjanya

Menurut Aeron, pihak grage meminta waktu untuk membongkar material rangka bangunan gedung selama 3 bulan kedepan mengingat pembongkaran membutuhkan waktu minimalnya sampai bulan Desember target selesai. Selain dibebani membongkar pihak grage juga berkewajiban untuk menata ulang lahan sebagai taman kota seperti sediakala.

Seperti diberitakan Sinarmedia sebelumnya Kontrak kerjasama antara pemerintah kabupaten Majalengka dan Grage Mall sudah resmi berakhir sejak 27 April 2018 lalu, pihak grage diketahui mendadak mengurungkan niatnya membangun mall terbesar dikota angin dan membiarkan material bangunan yang sudah berdiri terbengkalai. Belakangan diketahui alasan pembatalan pihak grage membangun mall dan hotel karena berdasarkan hasil kajian konsultan minat masyarakat untuk berkunjung ke mall ini masih kurang .

“Mungkin karena dasar itulah owner dan jajaran direksi memutuskan kontrak kerjasama dengan pemerintah Majalengka, sudah jelas ini adalah proyek merugi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua komisi A DPRD kabupaten Majalengka, Dede Aif Musoffa mengatakan pihaknya mengapresiasi sekaligus menghargai niat baik pihak grage membayar retribusi PAD berikut denda kepada pemerintahan kabupaten Majalengka, dan berniat membenahi lahan eks pasar lama menjadi taman kota .

Diharapkan kata politisi asal PPP ini kedepan terkait pemamfaatan eks pasar lama ini agar bisa di optimalkan kembali peran dan fungsinya. Seperti kami mempunyai gagasan agar pasar lama ini dijadikan pusat hiburan rakyat dan bisnis ekonomi kecil UKM.

Menurut Dede, eks pasar lama ini bisa dimanfaatkan dengan konsep pemanfaatan hiburan yang lebih merakyat. Sebenarnya kita ini pemkab Majalengka telah memiliki perusahaan BUMD untuk diajak kerjasama seperti BMUD Sindangkasih selain itu kita juga punya BPR Majalengka selaku penyertaan modalnya. Kenapa mereka tidak bisa di ajak kerjasama, sebenarnya konsep ini sederhana dan sangat memungkinkan.

“Disana sudah ada kolam renang grage yang sebentar lagi kepemilikanya akan menjadi hak pemkab Majalengka, mungkin alangkah eloknya nanti di eks pasar lama ini disulap menjadi tempat para pedagang kaki lima berjualan dan tentunya pemerintah juga ikut menfasilitasi dengan membangun sarana dan prasarana hiburan masyarakat lainya,” katanya.

Lebih lanjut kata Dede, daripada saat ini eks pasar lama dijadikan atau disewakan untuk hotel dan mall lebih bermanfaat dijadilan tempat hiburan rakyat karena untuk pembangunan mall ini hanya bisa dirasakan oleh pemilik modal menengah keatas, namun apabila dijadikan tempat hiburan merakyat ini akan dirasakan para pelaku usaha ekonomi kecil dan lebih bermamfaat asalkan mempunyai konsep yang jelas dan merakyat.

Sementara itu sejumlah warga Majalengka menyayangkan batalnya pembangunan Grage mall dan hotel di Majalengka. Kehadiran Grage Mall dan Hotel yang akan menjadi mall dan hotel terbesar di kabupaten Majalengka selain bisa menjadi salah satu tolok ukur kemajuan kota Majalengka juga merupakan kebutuhan apalagi Majalengka diperkirakan akan menjadi kota penting setelah hadirnya Bandara Internasional Jawa Barat ( BIJB) di Kertajati.

Gagalnya pembangunan Grage Mall juga disesalkan oleh warga yang sudah investasi dengan membeli rumah dan tanah yang ada di sekitar eks pasar lama Majalengka. Rencananya mereka akan membangun ruko dan tempat kos-kosan disekitar grage Mall namun kini mereka terpaksa harus gigit jari karena pembangunan Grage batal. (S.02).

162 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/warga-majalengka-kecewagrage-akhirnya-bongkar-bangunan/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *