Warga Sukamulya Keluhkan Pembebasan Lahan Bandara

Majalengka,(Sinarmedia).-
Sejumlah warga desa Sukamulya kecamatan Kertajati yang tanahnya terkena pembebasan untuk Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat ( BIJB) mengaku kecewa pada pemerintah dalam proses pembebasan lahanya yang diangap tidak sesuai harapan.Hingga kini masih ada puluhan warga yang tidak mau menerima uang ganti rugi dan menggunakan pengacara dari Bandung dan Jakarta untuk menyelesaikan masalah tersebut secara hukum.
Banyaknya keluhan warga terkait pembebasan lahan tersebut dibenarkan oleh kepala desa Sukamulya Nono Darsono atau sering disapa Kuwu Bona ini.Menurut Kuwu Bona beberapa permasalahan yang dikeluhkan warga diantaranya terkait masalah harga yang dianggap masih rendah. Kenaikan tarif Nilai Jual Obyek Pajak ( NJOP) PBB yang mencapai 300 persen oleh Pemkab Majalengka tidak berpengaruh signifikan terhadap harga tanah yang dijual oleh masyarakat.
Keluhan lainya yang disampaikan warga kepada dirinya kata Kuwu Bona adalah tidak ada musyawarah terkait harga tanah yang akan dibebaskan , hanya beberapa menit masyarakat harus menentukan sikap tidak diberikan kesempatan untuk berpikir menerima atau tidak.
“ Menurut saya seperti jaman kolonial saja masyarakat dipaksa mau terima atau tidak kalau tidak silahkan ke pengadilan ,” ujar Kuwu Bona.
Pihak pemerintahan desa sendiri tambah Kuwu Bona tidak tahu menahu tentang masalah pembebasan lahan tersebut karena pihak desa tidak dilibatkan hingga ketika ada warganya yang mengadu ke desa , ia tidak tahu. Selama ini masyarakat atau desa tidak pernah diberitahu jadwal pembebasan, kapan dimana tempatnya ia tidak tahu.
“ Sebagai kepala desa tentunya saya ingin melindungi warga saya , tapi kenyataanya kami saja tidak dilibatkan,”.Keluhnya.
Dijelaskanya ada beberapa warga yang melakukan komplain terhadap luas tanah yang dilikinya kepada BPN tapi pihak BPN tidak menanggapinya. Ia berharap ada evaluasi atau perbaikan kinerja dari pihak P2T maupun petugas Badan Pertanahan Nasional ( BPN) agar hak-hak rakyat desa Sukamulya bisa dilindungi.
Masih ada ratusan hektar lahan di desa Sukamulya yang rencananya akan dibebaskan, Ia berharap dalam pembebasan lahan yang akan datang benar-benar memperhatikan keadilan bukan ganti rugi tapi ganti untung serta dilaksanakan secara profesional dengan melibatkan pemerintahan desa.(S.01)

315 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/warga-sukamulya-keluhkan-pembebasan-lahan-bandara/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *