Yonif 321 Galuh Taruna Bangun Jembatan Gantung

Kasokandel,(Sinarmedia).-
Impian masyarakat Desa Gunungsari Kecamatan Kasokandel dan sekitarnya yang sejak lama ingin mempunyai jembatan yang menghubungkan  dengan Desa Burujul dan Desa Ranji akhirnya terwujud setelah TNI yang tergabung dalam kesatuan batalyon infanteri (Yonif) 321 Galuh Taruna membuat jembatan gantung.
Sebelumnya warga di Blok tersebut jika ingin beraktifitas dengan warga lain di pusat Desa Gunung Sari, atau mengurus-urus administrasi ke Balai Desa setempat, mesti menyebrangi kali Cisambeng . Namun, apabila musim penghujan datang dan kali meluap, mereka mesti memutar jalur ke jalan raya dengan tambahan jarak sejauh lima kilometer lebih.
Jembatan gantung di blok tersebut yang dibangun melalui program TNI Bhakti Desa Mandiri, memiliki panjang sekitar 80 meter dan lebar 1,5 meter. Kondisinya tampak sangat kokoh menopang beban para penyebrang, saat diresmikan langsung oleh Komandan Yonif 321 Galuh Taruna Mayor Inf Piter Dwi Ardianto dan Kepala BPMDPKB Drs. H. Eman Suherman, MM.
Piter mengatakan, pembangunan jembatan gantung mulai dilaksanakan  18 Agustus lalu, pihaknya sebagai pelaksana mengerahkan  seluruh prajurit Yonif 321 sebanyak  satu pleton setiap harinya secara bergiliran. Bukan hanya anggota TNI warga masyarakat sekitar juga turut begotong royong bersama-sama sebagai perwujudan kemanunggalan TNI membangun jembatan tersebut.
“Kami merasa sangat bangga bisa mengerjakan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Untungnya di sini (Majalengka) pemerintah daerah bisa memfasilitasi program TNI Bhakti Desa setiap tahunnya, sejak 2011 yang lalu. Pada batalyon lain di luar Kabupaten Majalengka belum tentu program seperti ini ada. Oleh karenanya, kita berterimakasih pula kepada Pemda karena sudah menfasilitasi agar kami bisa berbuat sesuatu yang bermanfaat,” kata Piter.
Piter menambahkan, kedepannya pihaknya berharap agar program ini dapat terus ada dari tahun ke tahun, supaya pihaknya dapat terus memberikan karya yang bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya, khususnya di Kabupaten Majalengka, terutama dalam hal mempercepat proses pembangunan infrastruktur di pedesaan dengan  memberdayakan rakyat.
Sementara itu Kepala BPMDPKB Eman Suherman menuturkan, beberapa tahun terakhir ini Majalengka tidak terasa sudah mengalami  kemajuan yang sangat pesat. Kemajuan daerah yang diproyeksikan bakal menjadi kawasan metropolitan ini, Pemerintah tidak bakal lupa atau mengesampingkan pembangunan di sektor pedesaan.
“Kegiatan-kegiatan semacam ini, menunjukkan bahwa perhatian pemerintah terhadap pembangunan di pedesaan serta pemberdayaan masyarakat di desa masih jadi prioritas yang bakal terus dijalankan dari tahun ke tahun,” katanya.
Pihaknya menyadari jika pesatnya pembangunan daerah apabila tidak diimbangi dengan percepatan pembangunan di desa akan sia-sia, sebab aktifitas terbesar masyarakat dengan segala kompleksitasnya adanya di desa-desa.
Kepala Desa Gunung Sari Cece Sujiman menambahkan, pembangunan jembatan gantung di desanya tersebut sangat membantu kepentingan masyarakatnya. Karena kini, aktifitas masyarakat antar blok yang semula dipisahkan oleh kali Cisambeng, kini sudah terhubung dengan lancar dan nyaman.
“Dengan dibangunnya jembatan gantung itu diharapkan dapat  memberikan dampak positif besar pada pencepatan perekonomian di masyarakat desa. Sehingga, diharapkan bakal berimbas pula pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di desanya,” harapnya.(S.07).

1,187 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/yonif-321-galuh-taruna-bangun-jembatan-gantung/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *