30 Juli 2021

Sinar Media Online

Tegas, Lugas dan Obyektif

Begini Tanggapan Bupati Majalengka Terkait Penghapusan UN

Majalengka,(Sinarmedia).-

Rencana penghapusan Ujian Nasional ( UN) oleh menteri pendidikan dan kebudayaan yang baru Nadiem Makarim mendapat tanggapan beragam dari berbagai kalangan masyarakat tak terkecuali dari Bupati Majalengka Karna Sobahi.

Menurut Karna yang juga mantan kepala dinas pendidikan ini menjelaskan, UN selama ini menjadi indikator penilaian nasional, sehingga jika UN dihapus, pihaknya masih belum memahami tentang penilaian sekolah itu indikatornya harus apa.

“Sekolah itu harus punya indikator standar penilaian yang jelas. Selama ini indikator itu ada pada Ujian Nasional,maka apabila UN dihapus harus ada penggantinya, jangan sampai kebijakan ini membuat siswa malas belajar ,” ujar Karna.

Diakuinya ia akan mengkaji terlebih dahulu terkait konsep UN yang dihapus, apakah akan ada pengganti ‎indikator selain UN atau tidak. Alasannya, jangan sampai setelah kebijakan UN dihapus ini, para siswa menjadi malas belajar.

“Penghapusan UN ini jangan sampai membuat para siswa berleha-leha belajar. Jangan sampai ada pemikiran di benak para pelajar, ah yang penting sekolah saja, karena nanti gak ada UN. SD 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun selesai. Jangan sampai ada pemikiran seperti itu. Toh belajar tetap harus ada indikatornya. Itu pendapat saya ya,” ungkapnya.

“Saya belum membaca detail konsep penghapusan UN itu, nanti saya baca dulu. Namun, jika itu sudah menjadi kebijakan, ya kita di daerah pasti mengikuti kebijakan itu,” ungkapnya, saat dimintai tanggapannya dalam sebuah acara di salah satu hotel wilayah Munjul, Kamis (12/12).

Sementara itu, pemerhati pendidikan di Majalengka, Dian Tardiyana mengatakan ia sangat mendukung penuh penghapusan UN oleh menteri Pendidikan Nadiem Makarim.Dian beralasan adanya UN ini telah menyebabkan banyak anak yang stress ketika akan menghadapi UN karena ketakutan tidak lulus .

“Sehingga, di akhir sekolah itu, para siswa bukannya enjoy, malah stress dan sakit. Karena ketakutan mereka. Sementara hasil UN tidak serta merta mewakili kemampuan siswa,”ungkapnya. ( S-3)

 4,642 total views,  2 views today

Please follow and like us: